Tim pengabdian masyarakat dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., bersama Dr.Eng. Ir. Tomy Alvin Rivai, S.T., M.Eng., serta Risnaliyah Nuriil Tadersi, S.T., M.Eng., dan Febiyora Chandra Kirana, S.T., M.T., selaku dosen Program Studi Teknik Geologi Universitas Jambi. Kegiatan ini turut melibatkan Ir. Wahyudi Zahar, S.T., M.T., dosen Teknik Pertambangan Universitas Jambi yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Program Studi Rekayasa Pertambangan ITB, Ir. Haris Nur Eka Prasetya, S.T., M.T., mahasiswa Program Magister Rekayasa Pertambangan ITB, serta dua mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Universitas Jambi, Devaldo Rifa Lazarus Ginting dan Dela Mardianti.
Pelaksanaannya bermitra dengan Pemerintah Desa Air Batu, Badan Pengelola Geopark Merangin, kelompok wisata Air Batu River, SMK Muhammadiyah Geologi Pertambangan Jambi, dan Universitas Jambi. Rangkaian kerja dimulai pada April 2026 melalui kajian citra satelit untuk mengidentifikasi kondisi geografis, situs geologi, indikasi PETI, serta potensi geowisata.
Tim kemudian melakukan survei lapangan pada 25 Juli hingga 4 Agustus 2026. Kegiatannya meliputi pengamatan geologi dan lingkungan, pemetaan dengan pesawat tanpa awak atau drone, pengumpulan data spasial, serta pengambilan sampel air dan endapan sungai di lima titik. Titik pengamatan tersebar dari Desa Simpang Parit dan Desa Air Batu hingga kawasan Air Terjun Muara Karing.
Bersama kelompok Air Batu River, tim juga menyurvei jalur arung jeram sekitar sembilan kilometer. Hasilnya digunakan untuk menyusun peta rute wisata dan informasi geologi. Peta jalur rafting kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Air Batu dan kelompok wisata untuk membantu pengelolaan rute, penyediaan informasi bentang alam, dan pengembangan konsep geo-rafting, yaitu wisata sungai yang memadukan petualangan dengan edukasi geologi.
Pada 27 Oktober 2026, tim mengadakan sosialisasi di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Warga menerima materi GMP, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan lingkungan pertambangan, serta perlindungan sungai dan warisan geologi. Desa tersebut memiliki potensi wisata melalui Sungai Batang Merangin dan situs-situs geologi. Namun, aktivitas PETI di sejumlah aliran sungai menjadi tantangan bagi perlindungan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi berbasis wisata.
Dalam sosialisasi, Kepala Desa Air Batu mengungkapkan perubahan cara penambangan di wilayahnya. Kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara tradisional dengan dulang, menurutnya, semakin intensif dan melibatkan alat berat seperti ekskavator. Ia juga menyampaikan bahwa warga dahulu menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi saat kemarau. Kini, air yang keruh membatasi pemanfaatannya. Warga mengeluhkan gatal-gatal setelah kontak dengan air sungai dan berkurangnya hasil tangkapan ikan.
Kepala desa menilai aktivitas PETI berdampak pada lingkungan, kesehatan, sumber penghidupan, dan peluang wisata. Ia berharap edukasi pertambangan bertanggung jawab juga diberikan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA dan SMK. Pemerintah Desa Air Batu turut meminta agar program ITB dilanjutkan dengan penelitian lebih mendalam mengenai sebaran dan tingkat kerusakan lingkungan akibat PETI di Geopark Merangin.
Selain peta rafting, tim menghasilkan Digital Outcrop Model (DOM), yakni representasi tiga dimensi objek geologi di empat lokasi: Intrusi Batolit Air Batu, Granodiorit Jeram Ladeh, Arau Carioxylon, dan Air Terjun Muara Karing. Tim juga mengembangkan sistem informasi geografis berbasis web (WebGIS) untuk mengintegrasikan informasi spasial dan potensi geowisata.
Pada 28 Oktober 2026, kegiatan berlanjut di SMK Muhammadiyah Geologi Pertambangan Jambi melalui edukasi GMP, K3, dan pengelolaan lingkungan. Siswa diajak memahami hubungan pertambangan, teknologi, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Pada hari yang sama, tim mengisi kuliah umum bagi mahasiswa Geologi, Teknik Pertambangan, dan Geofisika Universitas Jambi mengenai praktik pertambangan bertanggung jawab dan pengelolaan sumber daya mineral.
Rangkaian di Universitas Jambi juga mencakup penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FTTM ITB dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi. Kesepakatan ditandatangani Prof. Syafrizal dan Drs. Jefri Marzal, M.Sc., D.I.T. Kerja sama ini membuka peluang kolaborasi pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengembangan kompetensi di bidang geologi, pertambangan, serta geofisika.
Hasil program direncanakan dipresentasikan pada konferensi internasional di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada 9 November 2026. Kepala Badan Pengelola Geopark Merangin, Dr. Agus, S.Sos., M.,Hum., turut dilibatkan dalam publikasi. ITB berharap rangkaian edukasi, pemetaan, penelitian, dan kolaborasi tersebut memperkuat perlindungan warisan geologi sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat melalui geowisata.
“Pengabdian ini kami rancang agar ilmu dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap edukasi Good Mining Practices, pemetaan potensi geowisata, dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat dapat mendukung pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan membuka peluang ekonomi lokal. Upaya ini juga perlu dilanjutkan melalui kajian ilmiah dan kerja sama berbagai pihak,” ujar Prof. Syafrizal. (*)
Bjnews.id (*)

0 Komentar