Breaking News

BWS Sumatera VI Bersama Tim Gabungan Tangani Karhutla di Tahura Orang Kayo Hitam Jambi.



Bjnews.id - Muaro Jambi -  Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI, Kementerian Pekerjaan Umum, bersama tim gabungan terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam, Kelurahan Jebus, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, 15/10/26.

Kurang lebih lahan yang terbakar seluas sekitar 700 hektare, dari total kawasan Tahura Orang Kayo Hitam seluas kurang lebih 17.000 hektare. BWS Sumatera VI ikut berkolaborasi dengan Manggala Agni, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi melalui kegiatan pemadaman dan pendinginan pada area terdampak.

"Ada enam personil dari BWS yang terlibat langsung untuk melakukan pemadaman api. Kontribusi utama kami adalah memberikan dukungan sumber daya air, penyediaan sarana dan prasarana, pengoperasian pompa air, serta penyaluran air ke lokasi kebakaran, kata Koordinator Karhutla BWS Sumatera VI, Ir. Adi Cahyadi.

Melalui sinergi lintas instansi, BWS Sumatera VI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penanggulangan bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, khususnya melalui dukungan penyediaan dan pemanfaatan sumber daya air untuk kegiatan pemadaman.

" Tidak setiap kejadian kebakaran secara otomatis kami terjunkan personel. Namun, apabila dibutuhkan dukungan sumber daya air, peralatan, maupun tenaga operasional, tim kami siap dikerahkan", kata Adi Cahyadi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran, mencegah meluasnya area terdampak, serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan dampak terhadap masyarakat sekitar.

"Kami menyadari bahwa penanganan Karhutla memerlukan kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Oleh karena itu, BWS Sumatera VI akan terus memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangan kami, khususnya dalam penyediaan sumber daya air, sarana prasarana, serta personel operasional di lapangan", lanjut Adi.

Melalui kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh unsur terkait, kejadian Karhutla dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu sehingga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Bjnews.id (*)

0 Komentar

© Copyright 2022 - BJ News