Breaking News

Anggota DPRD Fraksi Gerindra Hj. Ade Erma Suryani Apresiasi Tradisi Berkarang di Kumpeh, Dorong Jadi Wisata Budaya.



Bjnews.id - Muaro Jambi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi dari Fraksi Gerindra, Hj. Ir. Ade Erma Suryani, ST., SM., MM., CSEM., CPSP., CLMA, turut ambil bagian dalam tradisi Berkarang yang dilaksanakan masyarakat di wilayah Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.

Sebagai putri asli Supik, Kumpeh, Ade Erma mengaku bangga dapat mengikuti secara langsung tradisi masyarakat tersebut bersama warga.

"Selaku anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, asli Supik dari Kumpeh, saya bangga hari ini bisa ikut secara langsung berkarang bersama masyarakat," ujar Ade Erma Suryani.

Menurutnya, meskipun air terasa dingin, suasana kebersamaan membuat kegiatan tersebut terasa hangat dan penuh kekeluargaan.

Tradisi Berkarang, yang di sejumlah daerah juga dikenal dengan istilah Batang, Nyeluk, atau Tagok, bukan sekadar kegiatan menangkap ikan. Bagi masyarakat, tradisi ini memiliki nilai gotong royong sekaligus menjadi bagian dari warisan budaya dan kearifan lokal yang perlu terus dijaga.

Ade Erma menyebut setidaknya terdapat tiga nilai besar yang terkandung dalam tradisi Berkarang.

Pertama, gotong royong. Masyarakat bahu-membahu mengikuti kegiatan tanpa membedakan suku maupun status sosial. Kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam menjaga tradisi tersebut.

Kedua, pelestarian budaya. Tradisi Berkarang merupakan warisan leluhur yang harus dipertahankan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Ketiga, ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.Hasil tangkapan ikan dapat dinikmati bersama maupun dijual sehingga memberikan manfaat tambahan bagi perekonomian masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi dilaksanakannya tradisi Berkarang ini. Kegiatan seperti ini bukan sekadar mengambil ikan, tetapi ada nilai gotong royong, pelestarian budaya, serta ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Ade Erma menegaskan dirinya akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Ke depan, ia mendorong agar tradisi *Berkarang* dapat dikembangkan menjadi salah satu agenda wisata budaya di Kabupaten Muaro Jambi sehingga tidak hanya menjadi tradisi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Ia juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberadaan lopak dan danau yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kumpeh.

"Kita akan dorong agar tradisi ini bisa menjadi agenda wisata budaya dan mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Khususnya kepada Bapak Bupati, kami berharap dapat menginstruksikan Dinas Perikanan untuk memberikan bantuan bibit ikan bagi lopak dan danau yang ada di Kumpeh," katanya.

Menurut Ade Erma, upaya tersebut penting untuk menjaga ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan tradisi masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga sungai dan lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah ke sungai.

"Mari kita lestarikan. Karena di setiap jala yang kita tarik, ada kebersamaan, dan di setiap ikan yang kita dapat, ada berkah kebersamaan kita," tuturnya.

Ade Erma juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Tradisi seperti ini mengingatkan kita bahwa dahulu orang tua kita hidup saling menolong dan saling berbagi hasil. Jangan buang sampah ke sungai, jaga tradisinya, jangan dilupakan," pesannya.

Baginya, tradisi *Berkarang* bukan hanya tentang mendapatkan ikan, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan, budaya, lingkungan, serta kearifan lokal masyarakat Kumpeh agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bjnews.id (*)

0 Komentar

© Copyright 2022 - BJ News